Oops! It appears that you have disabled your Javascript. In order for you to see this page as it is meant to appear, we ask that you please re-enable your Javascript!

SUBHANALLAH. Gunung Berapi Keluarkan Lava Biru. Hasil Siasatan Saintis Buat Ramai TERKEDU.

| August 12, 2018 | 0 Comments

SUBHANALLAH. Gunung Berapi Keluarkan Lava Biru. Hasil Siasatan Saintis Buat Ramai TERKEDU. | Pelik. Sebuah gunung berapi memuntahkan lava biru dari puncak gunung. Selepas saintis buat siasatan. Puncanya mengejutkan ramai pihak. Tak sangka. Ada video dan gambar-gambar. Subhanallah.

FENOMENA LAVA BIRU GUNUNG BERAPI

Video Penuh Ada Di Penghujung Artikel. Kawah Ijen tersusun dari batuan andesit dan basaltik. Kawah pelik ini terletak di Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur.

Kawah Ijen merupakan satu-satunya gunung berapi aktif yang tersisa di kompleks Kaldera Ijen dan memiliki sejarah letusan yang panjang. Letusan itu terakhir terjadi pada 1999.

Baru-baru ini Kawah Ijen menjadi terkenal kerana sungai lava biru dan industri belerang. Karakteristik stratovolcano, Kawah Ijen memiliki kaldera besar (dengan diameter 1000 m) berbentuk seperti tasik.

Hasil Siasatan Saintis Tentang Fenomena Lava Biru

Mengikut Science Trends, gas klorida yang terus-menerus dilepaskan dari gunung berapi telah memberi reaksi dengan tasik kaldera. Hal itu mengakibatkan lokasi itu memiliki pH 0.4 dan menjadi tasik dengan asam hidroklorida terbesar di dunia (dengan volume 36 juta meter kubik).

Lava biru sebenarnya adalah sungai dari gas sulfur tersulut yang mengalir di sisi gunung. Gas itu berasal dari retakan gunung berapi serta dilepaskan pada tekanan tinggi dengan suhu sampai 600 darjah celcius.

Itu menyebabkan nyala api biru yang terang. Sejumlah besar gas yang mengeras dan mengembun, tetap menyala dan menghasilkan formasi jelas dari aliran lahar biru (yang sebenarnya adalah sungai dari gas belerang yang berkompres kering).

Aliran pembakaran gas belerang ini konstan dan merupakan area terbesar dari pembakaran gas sulfat di dunia. Orang lokal menyebutnya sebagai Api Biru yang hanya terlihat di malam hari.

Fenomena api biru telah diamati di Gunung Dallol, Ethiopia, di sana sedimen yang kaya akan sulfur sering menyala.

Selain itu, kebakaran hutan di Taman Nasional Yellowstone Amerika Serikat dimana kerak belerang di sekitar ventilasi hidrotermal pecah dan terbakar. Namun kejadian ini tidak biasa terjadi dan tidak menghasilkan arus lava biru yang megah seperti Kawah Ijen.

Pelombongan Sulfur

Pelepasan gas sulfur yang terus berlanjutan dari gunung berapi memungkinkan operasi penambangan berkembang. Paip ceramik telah dipasang di sisi gunung berapi yang menyalurkan gas sulfur dari ventilasi aktif di tepi tasik kaldera.

Sulfur mengalir ke paip, disejukkan dan dituang ke flat belerang yang besar. Sulfur mengembun dan membentuk area besar belerang kuning padat.

Belerang padat ditambang oleh 300 pekerja lokal. Mereka sering membawa belerang sekitar 70 kg turun dari gunung dengan dipikul per perjalanan.

Para pekerja ini tidak dilengkapi dengan peralatan pelindung seperti pemecah belerang dan masker. Ada penambang yang bekerja malam hari, namun suhu udara jauh lebih rendah.

Warna Biru Yang Pelik

Kawah Ijen dengan lava biru dan tambang belerang adalah dua potret yang sangat kontras. Pemandangan ini sekilas tidak terikat normalitas kehidupan di bumi.

Kawasan disekitar Kawah Ijen juga mengungkapkan bagaimana anggota masyarakat termiskin harus bekerja siang dan malam dalam kondisi berbahaya. Penghasilan tersebut hanya bisa untuk pendidikan anak-anak mereka.

Banyak la fenomena alam ciptaan Allah yang tidak kita ketahui. Semoga kisah ini menambahkan iman kita InsyaAllah. Jangan lupa ye untuk SHARE artikel menarik ni. Terima kasih.

Video Penuh Fenomena Lava Biru Gunung Berapi. Menakjubkan Subhanallah.

Video Penuh Perlombongan Sulfur Di Gunung Ijen. Allahu.

Video Penuh DRONE Di Gunung Ijen

Sumber: Malaysiakubaru

Loading...

PALING POPULAR BULAN INI .. JOM BACA !!

Tags: , , , , , , , ,

Category: Pelik

About the Author ()

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *